Sabtu 31-07-2021,20:09 WIB

Asal Punya Surat Sakti, Pengendara Tetap Bisa Lewat Pos Penyekatan Mudik Kok, Gini Cara Buatnya




INFO MOJOKERTO - Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021, pemerintah menetapkan aturan larangan mudik 6-17 Mei 2021 mendatang dengan mengunci akses keluar masuk jalan antar kota/kab dengan skala pembagian aglomerasi.

Namun, hal tersebut bukan berarti akses  jalan benar-benar ditutup rapat yaa, karena pemerintah tetap memperbolehkan pengguna jalan khususnya para distributor logistik atau masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak, seperti bertugas, sakit, berobat, dan kedukaan tetap dapat melewati pos penyekatan.

iiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkllllllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn

Bagaimana jika hal tersebut berlaku dengan alasan secara individu atau lainnya?

Tentu saja diperbolehkan untuk lewat, asal mempunyai SIKM atau biasa disebut surat sakti.

iiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkllllllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn

Dalam SE tertuang, bahwa pelaku perjalanan orang lintas kota/kabupaten/provinsi/negara selama bulan Ramadan dan Idulfitri sebagaimana dimaksud dalam angka 2 wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai persyaratan melakukan perjalanan.

Begini ketentuan lengkapya.

(BACA JUGA:Mudik Dilarang, Ini Daftar Titik Penyekatan Akses Keluar Masuk Surabaya)

- Bagi pegawai instansi pemerintahan/Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), prajurit TNI, dan anggota Polri melampirkan print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tanda tangan basah/ tanda tangan elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan;

- Bagi pegawai swasta melampirkan print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik pimpinan perusahaan serta identitas diri calon pelaku perjalanan; dan

- Bagi pekerja sektor informal melampirkan print out surat izin tertulis dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik kepala desa/lurah serta identitas diri calon pelaku perjalanan; dan

- Bagi masyarakat umum nonpekerja melampirkan print out surat izin tertulis dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik kepala desa/lurah serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

*) Perlu diingat, penggunaan 1 SIKM untuk melewati pos larangan mudik 2021 kali ini hanya sekali buat pakai pulang pergi yaa.

 

 

 

 


Tags : #cara membuat SIKM #cara mengurus SIKM #pos penyekatan di Surabaya #titik penyekatan
Kategori : Mojokerto Update | Nasional
Reporter : wicak
Editor : wicak