Menkes Fokuskan Pasien Omicron Dirawat di Rumah, Begini Penjelasannya


Ulustrasi Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet.-PMJ News

INFO MOJOKERTO - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi menjelaskan bahwa untuk pasien yang terpapar Omicron dapat fokus dirawat di rumah.

Hal itu disebabkan mayoritas pasien yang terkonfirmasi Omicron memiliki gejala ringan atau bahkan tidak bergejala sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di RS.

Menkes merinci dari total 414 kasus terkonfirmasi Omicron 99% gejalanya ringan dan tanpa gejala. Sedangkan, yang masuk kategori sedang atau butuh perawatan oksigen hanya dua orang, yakni lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun. Keduanya dilaporkan memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan kini telah dinyatakan sembuh.

“Dari 414 orang yang dirawat, 114 orang (26%) sudah sembuh termasuk yang 2 orang tadi yang masuk kategori sedang dan butuh perawatan oksigen,” kata Budi yang dikutip Info Mojokerto di laman sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Senin (10/1).

Selain itu, pihaknya memprediksi bahwa jumlah pasien yang terpapar Omicron akan banyak namun tidak membutuhkan perawatan di RS.

(BACA JUGA:Waspada Sejak Dini, Ini 5 Tahapan Orang Terpapar Omicron)

“Kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi daripada delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit. Sehingga strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS,” tutur Budi.

Secara teknis, pasien hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.

`
Kategori : Nasional