Berharap NU Jadi Jalan Tengah, Profesor AS Menilai Sikap Indonesia Terhadap Ukraina Sebagai Pengecut Diplomatik


Ilustrasi perang -0fjd125gk87-Pixabay.com

INFO MOJOKERTO - Seorang Profesor di National War College Amerika Serikat, Zachary Abuza berharap pada NU agar menjadi jalan tengah untuk mengutuk invasi Rusia.

Pasalnya, dia menilai sikap pemerintah Indonesia yang tidak berani mengecam invasi Rusia ke Ukraina sebagai "Pengecut Diplomatik belaka".

Menurut Zachary Abuza, Rusia bagi Indonesia tidak telalu penting. Sebab, hubungan mereka hanya sebatas mitra dagang kecil.

Terlebih lagi, upaya Rusia untuk merayu Indonesia sebagai klien senjata juga tak berhasil.

"Bagi Rusia, cukup dengan membuat Indonesia tidak secara langsung mengutuk mereka atau bahkan menggunakan istilah 'invasi'," ujar Abuza yang dikutip dari SCMP, Kamis, (17/3).

(BACA JUGA:Rusia Ultimatum AS : Moskow Mampu Menempatkan Negara Adidaya pada Tempatnya)

Lebih dari itu, Zachary Abuza justru lebih tertarik pada Nahdlatul Ulama (NU). Dia menilai, NU bisa menjadi kelompok yang memberikan kepedulian terhadap hak asasi manusia (HAM) seperti yang terjadi di Ukraina.

Dia mengungkapkan NU sebagai kelompok Islam terbesar di dunia bisa menemukan jalan tengah untuk mengutuk invasi Rusia.

`
Kategori : Internasional