Malaysia Sebut Jokowi Setuju Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Resmi di ASEAN


Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan PM Malaysia, Ismail Sabri Yakob di istana kepresidenan Bogor, Jawa Barat-Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden-

INFO MOJOKERTO - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yakoob menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo setuju terkait Bahasa Melayu sebagai Bahasa Resmi di Asean.

Yakoob juga berterima kasih kepada Jokowi yang mendukung Malaysia terkait bahasa Melayu. 

"Kami ingin berterima kasih pada Bapak Presiden (Presiden Jokowi) untuk menyetujui dengan Malaysia soal peningkatan Bahasa Melayu, yang menjadi akar dari kita," katanya dikutip dari Bernama pada Senin, (4/4).

Pihaknya diketahui menemui Presiden Jokowi pada Sabtu, (2/4). Yakoob mengungkapkan, Presiden Jokowi bersedia bekerja sama terkait usahanya untuk meningkatkan Bahasa Melayu.  

Diketahui sebelumnya, Ismail Sabri Yakoob sempat mengungkapkan akan berdiskusi dengan para pemimpin Asean lainnya untuk mengusulkan penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua pada 23 Maret 2022.

(BACA JUGA:Perdana Menteri Malaysia Ingin Bahasa Melayu Jadi Bahasa Kedua di ASEAN)

Ismail Sabri menyebutkan, selain Malaysia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa pengantar di beberapa negara tetangga seperti Indonesia, Brunei, Singapura, serta di Thailand selatan, Filipina selatan, dan di sebagian Kamboja.

Menurutnya, ada ratusan ribu orang yang bisa berbahasa Melayu di Kamboja, Vietnam, dan Laos.

“Jadi tidak ada alasan mengapa kami tidak dapat menjadikan Bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa resmi Asean,” papar Ismail Sabri yang dikutip dari Bernama. 

(IM)

`
Kategori : Internasional
Sumber : bernama