Inilah Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadan Lengkap Berserta dengan Niatnya


ilustrasi berdoa-mohammed_hassan-pixabay.com

INFO MOJOKERTO - Fidyah adalah denda yang harus dibayar oleh seorang muslim karena meninggalkan kewajibannya atau melanggar aturan. 

Dalam konteks puasa, fidyah berarti bahwa seorang Muslim wajib membayar denda karena meninggalkan kewajiban untuk berpuasa selama Ramadhan.

Mengutip dari kitab al-Lubab, Syekh Ahmad bin Muhammad Abu al-Hasan al-Mahamili membagi fidyah menjadi tiga bagian, fidyah senilai satu mud, fidyah senilai dua mud, fidyah dengan menyembelih dam atau hewan.

Tidak semua umat Islam bisa menunaikan puasa fidyah, dengan begitu disimpulkan dari berbagai kitab bahwa kategori orang yang wajib membayar fidyah adalah orang tua yang tidak bisa berpuasa. 

Kemudian ada kategori orang yang sakit parah, wanita hamil atau menyusui, orang yang meninggal dan orang yang telah membatalkan puasa Ramadannya.

(BACA JUGA:Umat Islam Wajib Tahu!! Ini Daftar Negara dengan Durasi Puasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia)

Fidyah tersebut dihitung dengan ukuran satu mud makanan. Makanan pokok di Indonesia pada umumnya adalah nasi atau beras, sehingga kebanyakan orang membayar fidyah dengan nasi ataupun beras.

Namun, menurut Hanafiyah, fidyah dapat diwujudkan dalam bentuk nominal (qimah) yang setara dengan makanan.

Para ulama pun memiliki pendapat yang berbeda tentang konversi satu mud menjadi gram. Menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam bukunya al-Fiqh al-Islami wa Adilatuhu, satu potong lumpur setara dengan 675 gram atau 6,75 ons.

Kebanyakan orang mengacu pada pendapat ini. Dalam al-Makayil wa al-Mawazin al-Syari'iyyah, Syekh Ali Jumah berpendapat bahwa jika Anda mengubah mud menjadi gram, meka setara dengan 510 gram atau 5,10 ons.

Berikut niat membayar Fidyah puasa Ramadan dilansir Info Mojokerto pada laman NU Online.

Niat Fidyah Puasa bagi Orang Sakit Keras dan Orang Tua Renta

 نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ لإِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadhan, fardlu karena Allah.   

Niat Fidyah bagi Wanita Hamil atau Menyusui  

 نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ إِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ لِلْخَوْفِ عَلَى وَلَدِيْ على فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

(BACA JUGA:Bersejarah di Bulan Ramadan! Inilah 5 Keutamaan dalam Memperingati Malam Nuzulul Quran)

Artinya: Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anaku, fardlu karena Allah.

Niat Fidyah Puasa Orang Mati (oleh Wali/Ahli Waris)

 نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ صَوْمِ رَمَضَانِ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama mayitnya), fardlu karena Allah.   

Niat Fidyah karena Terlambat Qadha Puasa Ramadan 

 نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ تَأْخِيْرِ قَضَاءِ صَوْمِ رَمَضَانَ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardlu karena Allah.  

Itulah tata cara membayar fidyah puasa Ramadan dan niat embayar fidyah,Wallahu’alam.

(IM)

`
Kategori : Oase