Sikat Gigi di Siang Hari Saat Bulan Puasa, Bagaimana Hukumnya?


Ilustrasi Sikat Gigi Saat Puasa-Pixabay-Pixabay

INFO MOJOKERTO - Pada bulan ramadan apakah menyikat gigi di siang hari dapat membatalkan puasa? Bagaimana hukumnya?.

Sikat gigi merupakan serangkaian kegiatan dalam membersihkan gigi dan mulut dari kotoran dan makanan sisa.

Banyak dari sebagian orang yang bertanya apakah memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, seperti melalui mulut, dan hidung akan membatalkan puasa Ramadan. 

Muhammad Anis Sumaji dan Najmuddin Zuhdi menulis dalam bukunya ‘125 Masalah Puasa’ bahwa siwak atau sejenisnya, seperti sikat gigi dengan pasta gigi, diperbolehkan selama puasa.

Sikat gigi, dengan atau tanpa menggunakan pasta gigi, diperbolehkan karena sebatas memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan kemudian mengeluarkannya kembali.

Oleh karena itu, menyikat gigi dianggap tidak dapat membatalkan puasa. Pendapat tersebut juga memperhitungkan komentar Imam Nawawi dalam Kitab al-Majmu', syarah al-Muhadzdzab.

(BACA JUGA:Begini Hukum Vaksinasi dan Tes Swab Covid-19 pada Saat Puasa di Bulan Ramadan)

Dalam kitab tersebut, Imam Nawawi menjelaskan bahwa seseorang menggunakan siwak basah kemudian memisahkan air dari siwak atau menelan dahan kayu yang lepas, maka puasanya batal.

Dengan begitu menyikat gigi dapat dianggap membatalkan puasa jika pasta atau air tertelan ke tenggorokan.

Oleh karena itu, orang yang berpuasa harusnya lebih berhati-hati ketika menyikat gigi agar tidak terjadi batal puasa.

Selain itu, berdasarkan pendapat Mazhab Syafi'i dan Mazhab Hambali, menyikat gigi pada orang yang sedang berpuasa bila telah melewati waktu Dzuhur maka hukumnya adalah makruh, pandangan ini berlandaskan pada hadis Rasulullah SAW.

Makruh yang dimaksudkan adalah tidak berdosa jika dilakukan, tapi jika ditinggalkan maka akan lebih baik dan mendapat pahala pula.

(BACA JUGA:Bolehkah Mencicipi Masakan saat Berpuasa? Begini Hukumnya)

Untuk itu hukum bersikat gigi di saat puasa hukumnya adalah makruh. Semoga bermanfaat!

(IM)

`
Kategori : Oase