Orang Tua Wajib Tahu! Waspada Hepatitis Misterius pada Anak, Simak Gejalanya di Sini!


Wabah hepatitis mysterius meningkat-Gustavo-Pexels

INFO MOJOKERTO - Kemenkes mengumumkan penyakit hepatitis baru yang tengah menjangkit sejumlah anak di Indonesia.

Hepatitis ini bahkan tergolong misterius karena belum diketahui pasti jenis serta penyebabnya secara medis.

Diketahui penyakit Hepatitis Misterius yang menular lewat pencernaan dan saluran pernapasan ini ini berasal dari luar negeri dan tengah melanda dunia.

Kini penyakit ini sudah masuk di Indonesia bahkan menelan korban jiwa kalangan anak-anak.

Kendati cukup mematikan, kemenkes mengimbau untuk para orangtua terutama ibu diharapkan untuk tidak panik tapi harus tetap waspada.

(BACA JUGA:Ingin Wajah Terbebas dari Flek Hitam? Konsumsi 8 Makanan Ini Dijamin Wajah akan Bercahaya)

Perlu dipahami bagaimana gejala penyakit baru ini agar dapat melakukan antisipasi atau penenganan sedini mungkin.

Melansir dari PMJ News, Seorang dokter spesialis anak, Prof Dr dr Hanifah Oswari SpA(K) mengatakan kematian bisa dicegah dengan menemukan Gejala Hepatitis misterius yang tidak diketahui pasti penyebabnya sejak awal.

Ia menyarankan para orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan sejumlah tindakan pencegahan.

Adapun langkah awal yang bisa dilakukan untuk mencegah hepatitis adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang," kata Hanifah Oswari dalam keterangannya seperti yang dikutip Info Mojokerto pada Minggu (15/5).

(BACA JUGA:Jarang yang Tahu! Ternyata Inilah Manfaat Konsumsi Alpukat Setiap Hari yang Wajib Diketahui)

Dalam kesempatan tersebut, Hanifah juga membeberkan gejala-gejala hepatitis ini.

Secara umum gejala awal penyakit hepatitis misterius adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.

Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna gelap.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orangtua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

Hanifah menekankan jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Sebab, kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi hepatitis sudah sangat berat.

"Bawalah anak-anak kita ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelamatkannya sangat kecil," tuturnya.

(BACA JUGA:Khawatir Asam Lambung Naik? Inilah 5 Cara Mengatasinya Tanpa Obat)

Ia kembali menegaskan bahwa jika orang tua terlambat atau kurang tanggap mewaspadai gejala, anak bisa jadi tak terolong.

"Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat," sambungnya.

(IM)

`
Kategori : Kesehatan