Hati-hati! Ternyata Terlalu Sering Begadang Dapat Berdampak Serius, Berikut Penjelasannya


Ilustrasi pria yang keseringan begadang-Pexels/Sammy-Sander-

INFO MOJOKERTO - Begadang sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Biasanya tengah malam menjadi golden time menjalankan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi penuh.

Heningnya malam sangat meminimalisir adanya distraksi sehingga bisa fokus penuh bekerja.

Namun rupanya sebuah penelitian mengemukakan gaya hidup begadang seperti ini kurang baik dan bisa menimbulkan dampak serius.

Begadang atau masih terjaga saat sudah masuk jam tidur bisa mengurangi jatah atau kebutuhan tidur seseorang.

Melansir dari PMJ News, berdasarkan sebuah penelitian, kondisi kurang tidur ini jika terjadi secara berkepanjangan bisa memicu beragam masalah kesehatan.

(BACA JUGA:Orang Tua Wajib Tahu! Waspada Hepatitis Misterius pada Anak, Simak Gejalanya di Sini!)

Mulai dari penurunan gairah seksual, depresi, hingga hipertensi.

Satu hal yang mungkin jarang disadari, kurang tidur berkepanjangan juga dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2.

Diabetes secara umum terjadi ketika tubuh mengalami resistensi insulin.

Kondisi ini menyebabkan glukosa darah tidak bisa masuk ke dalam sel.

Beberapa studi terdahulu telah mengindikasikan bahwa kurang tidur berkepanjangan bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin.

Namun, belum diketahui dengan jelas seperti apa mekanisme yang mendasarinya.

(BACA JUGA:Ingin Wajah Terbebas dari Flek Hitam? Konsumsi 8 Makanan Ini Dijamin Wajah akan Bercahaya)

Studi terbaru berhasil menemukan benang merah antara kurang tidur dengan risiko diabetes.

Studi terbaru yang dikepalai oleh University of Bristol ini menganalisis data dari UK Biobank.

"Peneliti telah menemukan bahwa mereka yang berusia di bawah 40 tahun memiliki risiko mengalami diabetes bila mereka mengidap insomnia," jelas ahli kesehatan tidur Steve Payne dari Sleep and Snooze, seperti dilansir dari laman Express, Minggu (16/5).

`
Kategori : Kesehatan