Peraturan Terbaru Permendagri : Jumlah Huruf Dalam Nama Maksimal 60, Tak Boleh 1 Kata


Ilustrasi KTP elektronik--screenshoot instagram @turnbackhoaxid

INFO MOJOKERTO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menetapkan Peraturan Terbaru terkait Pencatatan Nama dengan Maksimal 60 Huruf dan tidak boleh hanya 1 Kata

Hal itu tertera dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.

Adapun maksud dari dokumen kependudukan dalam aturan tersebut adalah seperti Kartu Keluarga, kartu identitas anak, E-ktp, hingga akta pencatatan sipil.

Pencatatan nama itu dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota, UPT Disdukcapil Kabupaten/Kota, atau Perwakilan Republik Indonesia.

Ketentuan ini terdiri dari 9 pasal dan ditetapkan pada 11 April 2022. Selanjutnya, pada 21 April 2022 telah diundangkan oleh Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Benny Riyanto.

(BACA JUGA:Perbuatan Cabul LGBT dan Kumpul Kebo Akan Masuk Dalam RKUHP, Arsul Sani : Sudah Tahap Persetujuan DPR)

Dalam Permendagri ini, ada beberapa syarat tertentu dalam pencatatan nama termasuk larangan menyingkat nama.

Berikut ini syarat tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan yang tertera dalam peraturan Permendagri.

Pasal 4 ayat (2)

(2) Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan memenuhi persyaratan:

a. mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir;

b. jumlah huruf paling banyak 60 (enam puluh) huruf termasuk spasi; dan

c. jumlah kata paling sedikit 2 (dua) kata.

`
Kategori : Nasional