BPK Temukan 119 Ribu Penerima Kartu Prakerja Tak Tepat Sasaran, Nominalnya Mencapai Rp 289 M


Logo program Kartu Prakerja-prakerja.go.id-Website resmi

INFO MOJOKERTO - Badan Pemeriksa Keuangan (Bpk) menemukan sejumlah 119.494 peserta program Kartu Prakerja yang tak tepat sasaran senilai Rp 289 M.

Indikasi itu terlihat dari banyaknya penerima program Kartu Prakerja yang memiliki gaji di atas Rp 3,5 juta per bulan.

Laporan itu diungkapkan oleh Ketua BPK Isma Yatun saat membacakan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2021 dalam Sidang Paripurna DPR RI, Selasa (24/5).

"Bantuan program kartu prakerja kepada 119.494 peserta sebesar Rp289,85 miliar pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terindikasi tidak tepat sasaran," ujar Isma.

Isma menambahkan, ternyata sejumlah 119 Ribu peserta yang menerima paket bantuan sosial akibat Covid-19 memiliki gaji atau upah diatas Rp3,5 juta perbulan.

(BACA JUGA:Perbuatan Cabul LGBT dan Kumpul Kebo Akan Masuk Dalam RKUHP, Arsul Sani : Sudah Tahap Persetujuan DPR)

Lebih dari itu, BPK juga menemukan ada permasalahan lain, misalnya seperti alokasi vaksin Covid-19, logistik, dan sarana prasarananya yang belum sepenuhnya menggunakan dasar perhitungan yang sesuai.

Selain itu, ada hal lain yang perlu diperhatikan juga seperti perkembangan kondisi atau analisis situasi terbaru, data yang valid, akurat dan mutakhir, serta kurangnya koordinasi dengan pemda dan kementerian/lembaga lain yang terlibat.

IHPS II Tahun 2021 ini juga memuat hasil pemeriksaan keuangan, kinerja, dan DTT yang tidak termasuk dalam kelompok pemeriksaan prioritas nasional.

"Penting kami tekankan bahwa, BPK terus berupaya keras untuk mendorong terwujudnya tata kelola keuangan negara yang efektif, akuntabel, dan transparan sesuai ketentuan perundang-undangan dan praktik internasional terbaik," pungkas Isma.

(IM)

`
Kategori : Nasional