Profil dan Rekam Jejak Tokoh Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif yang Tutup Usia


Potret Buya Syafii Maarif-Instagram -Buyasyafii
INFO MOJOKERTO
- Berikut ini profil dan rekam jejak tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif yang telah tutup usia pada hari ini, Jumat (27/5).

Buya Syafii Maarif merupakan salah satu tokoh besar di Muhammadiyah dan pernah menjabat sebagai mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kabar Duka ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

إنا لله و إنا إليه راجعون. أللّهمّ اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه وأكرم نزوله ووسّع مدخله. وأدخله الجنّة وأعذه من عذاب القبر وفتنته ومن عذاب النّار. آمّين يآ ربّ العالمين.

"Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Buya Syafii Maarif," tulis di laman resmi Muhammadiyah.

(BACA JUGA:6 Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Spirulina, Salah Satunya Efektif Turunkan Berat Badan!)

Melalui keterangannya, Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menjelaskan bahwa Buya Syafii meninggal pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Sebelumnya, Ahmad Syafii Maarif atau yang lebih akrab dikenal sebagai Buya Syafii ini dilaporkan sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping karena sesak nafas.

Selain itu, pihak Rumah Sakit juga sempat menerangkan bahwa keadaan Buya Syafii telah stabil dan membaik sebelum dikabarkan meninggal dunia.

Profil dan Rekam Jejak Buya Syafii

Ahmad Syafii Maarif atau yang sering disapa Buya Syafii ini merupakan salah satu tokoh besar islam di Indonesia. Buya Syafii lahir di Sumpur Kudus, Sumatera Barat.

Pria yang lahir pada tanggal 31 Mei 1935 ini, pertama kali melangkahkan kakinya di dunia pendidikan dengan bersekolah di Sekolah Rakyat di daerah Sumpur Kudus.

(BACA JUGA:Anak Ridwan Kamil Dikabarkan Hilang Saat Berenang di Sungai Aare Swiss, Keluarga Mohon Doa)

Kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Mualimin di Kawasan Balai Tengah, Lintau, Sumatera Barat.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Mualimin, Buya Syafii kemudian merantau ke Jawa untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya, dengan melanjutkan di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta.

Lulus dari madrasah tersebut, Buya Syafii lalu mengabdikan dirinya selama satu tahun di sebuah lembaga pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah di Lombok, Nusa Tenggara Timur. 

Selanjutnya, Buya Syafii melanjutkan pendidikan ke Universitas Cokroaminoto Surakarta di Fakultas Hukum.

Pada jenjang karirnya, Buya Syafii tercatat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2000-2005.

(BACA JUGA:1.145 Hewan Ternak di Mojokerto Sembuh dari PMK, Begini Penjelasan Kepala Dinas Pertanian)

Usai menyelesaikan karirnya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii melanjutkan karirnya di lembaga advokasi dan beberapa lembaga pendidikan yang didirikannya di Maarif Institue.

Tak hanya itu, Buya Syafii juga aktif sebagai seorang penulis. Dari karya-karya yang Ia hasilkan, Buya Syafii pernah mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dari Pemerintah Filipina pada tahun 2008.

Lebih jauh lagi, Buya Syafii pernah menginjakkan kakinya sebagai Ketua Tim Independen yang mengatasi konflik Polri-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2015 silam.

(IM)

`
Kategori : Nasional