Eril Belum Ditemukan, Ridwan Kamil Lakukan Pencarian Mandiri di Sepanjang Sungai Aare


Ridwan Kamil lakukan pencarian mandiri-kemlu.go.id-kemlu.go.id

INFO MOJOKERTO - Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz masih belum ditemukan usai Hilang saat berenang di Sungai Aare, Swiss dan hingga saat ini tim SAR Swiss masih melakukan proses pencarian.

Memasuki hari keenam, Ridwan Kamil beserta istrinya, Atalia melakukan pencarian Eril sendiri di sepanjang Sungai Aare yang masih dapat dijangkau masyarakat.

"Selain terus memantau secara dekat pencarian oleh Polisi Maritim, orang tua Sdr. Eril, Bapak Ridwan Kamil beserta Ibu Atalia, juga terus melakukan usaha mandiri untuk memeriksa langsung beberapa titik-titik potensial di sepanjang bantaran sungai Aare," tulis KBRI Bern yang dikutip Info Mojokerto di website resmi Kementerian Luar Negeri pada Selasa (31/5).

(BACA JUGA:Eril Masih dalam Proses Pencarian Usai Hilang Saat Berenang di Sungai Aare, Kekasih Ungkapkan Hal Ini )

Ridwan Kamil beserta keluarga mencari Eril di titik yang lebih mudah daripada Kepolisian Swiss.

"Rute yang ditempuh oleh orang tua Sdr. Eril termasuk rute darat dan beberapa wilayah perairan yang masih aman untuk dijelajahi manusia," lanjut KBRI.

Kepala Kepolisian Maritim Bern menjelaskan pencarian yang saat ini dilakukan difokuskan pada dua area pintu air dan memastikan berbagai komunitas yang membantu telah mendapatkan informasi dengan baik.

"Polisi Maritim Bern juga memastikan bahwa berbagai komunitas di sepanjang bantaran sungai Aare telah terinformasikan dengan baik," tulis KBRI Bern.

Klub yang terlibat dalam proses pencarian Eril yang hilang di Sungai Aare, antara lain klub pendayung, klub pemancing, dan komunitas berkebun.

(BACA JUGA:Anak Ridwan Kamil Masih Belum Ditemukan, Basarnas : Kami Siap Membantu)

"Memperluas keterlibatan unsur masyarakat dalam upaya pencarian, seperti Klub Pendayung, Klub Pemancing, dan komunitas berkebun," tambah KBRI Bern.

Polisi Maritim Bern tetap melanjutkan pencarian dengan menggunakan metode patroli darat, perahu, dan drone. Metode penyelam dilakukan sangat situasional karena kondisi alam yang mudah berubah.

"Keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tidak menentu," lanjut KBRI.

(IM)

`
Kategori : Nasional