Nekat Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda di Lebak Terancam 15 Tahun Penjara


Ilustrasi kekerasan seksual-Alexas_fotos-Pixabay.com

INFO MOJOKERTO – Tim Satreskim Polres Lebak berhasil mengungkap kasus tindak pidana Pencabulan yang dilakukan kepada anak di bawah umur.

Pelaku berinisial AK (23) diamankan oleh Satreskrim Polres Lebak lantaran melakukan pencabulan kepada korban, sebut saja Melati (17), bertepat di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak Banten pada Senin (14/2) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dilansir dari PMJ News, Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono saat dikonfirmasi membenarkan terkait penangkapan tersangka.

"Benar Satreskrim Polres Lebak mengamankan satu pelaku berinisial AK karena melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur," kata Indik pada Senin (06/06).

Pada kesempatan yang sama AKP Indik Rusmono juga menjelaskan kronologi awal terjadi peristiwa tersebut.

(BACA JUGA:Mainkan Tombol Lift, Seorang Remaja Diduga Dianiaya Petugas Keamanan Apartemen di Bekasi )

"Adapun kronologis kejadian tersebut awalnya ketika pelaku bersama dua temanya bertamu ke rumah korban di Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Kemudian tanpa sepengetahuan temannya, pelaku mengajak korban membeli makanan," kata Indik.

Selanjutnya saat dalam perjalanan pulang pelaku berhenti ditempat yang sepi yakni di kebun Bambu di sekitar Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

Kemudian pelaku menarik korban ke semak-semak, hingga korban tersungkur.

“Dan terus diseret oleh pelaku yang berusaha melakukan pemerkosaan. Namun korban melakukan perlawanan dengan menggigit tangan pelaku sehingga korban bisa melarikan diri," sambungnya.

Akibat dari aksi pelaku tersebut, korban bersama keluarganya melaporkan pada kepolisian dan petugas langsung melakukan penyelidikan.

"Setelah mendapat laporan tersebut petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di garasi PT Dwipa Logistik yang berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (02/06) sekitar pukul 19.00 WIB," beber Indik.

Kemudian, Indik menjelaskan hukuman pidana yang dapat di jatuhkan pada pelaku.

"Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan Pasal 76E jo Pasal 82 UU RI nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU  RI Nomor 23 Tahun 2002  tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan paling rendah 5 tahun penjara," tutup Indik.

(IM)

`
Kategori : Nasional