Dikabarkan Bebas dari Tahanan, Indra Kenz: Saya Masih Jalani Penahanan di Rutan Bareskim Polri


Indra Kenz melakukan konferensi pers di Bareskrim Polri-PMJ News-PMJ News

INFO MOJOKERTO – Tersangka kasus bodong Binary Option Binomo, Indra Kenz menjelaskan jika sampai saat ini dirinya masih menjalani penahan di Bareskim Polri.

Dilansir dari PMJ News, hal tersebut untuk meluruskan berita miring, yang mengirformasikan Indra Kenz telah keluar dari penjara serta seluruh asetnya dikembalikan oleh penyidik.

"Izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait isu simpang siur dan hoax yang beredar. Saya ditahan di Rutan Bareskrim pada 24 Februari 2022 dan hingga saat ini saya masih menjalani masa tahanan terhitung sampai hari ini kurang lebih sudah 105 hari," ucap Indra Kenz melalui surat terbukanya, Kamis (9/6).

Selanjutnya, Indra Kenz kembali menyampaikan permohonan maafnya atas konten trading Binomo yang telah Ia buat sehingga meniumbulkan kerugian besar pada para korbannya. 

"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang merasa tersakiti atau dirugikan oleh konten yang pernah saya buat," sambungnya.

(BACA JUGA:Bikin Heboh! Wacana Kenaikan Harga Naik ke Candi Borubur Ditunda Setahun yang Akan Datang)

Ia berjanji akan bertanggung jawab, dengan menjalankan hukuman yang telah ditetapkan. 

"Tentunya, saya pasti akan mempertanggung-jawabkan semua perbuatan saya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi pembelajaran hidup yang sangat berharga untuk saya," jelas Indra Kenz.

Informasi tambahan, selain Indra Kenz, terdapat adik dan kekasihnya yang juga terseret hingga menjadi tersangka dalam kasus investasi bodong trading Binary Option Binomo.

Diantaranya adalah Brian Edgar Nababan, Wiky Mandara Nurhalim, Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich, Nathania Kesuma, Vanessa Khong, serta Rudiyanto Pei.

Tersangka dijerat dengan Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(IM)

`
Kategori : Nasional