Kisah Nabi Daud AS : Sang Pemberani dan Penerima Kitab Zabur


Ilustrasi Kitab Suci-Screenshoot-Pexels.com

INFO MOJOKERTO - Bagi umat muslim belajar sejarah seperti Kisah-Nabi" >Kisah Nabi sangatlah menarik. Dari Kisah-Nabi" >Kisah Nabi, seluruh umat muslim dapat belajar dari seluruh peristiwa di zaman Nabi dan rasul. Berikut ini adalah Kisah-Nabi" >Kisah Nabi Daud.

Nabi Daud dikenal sebagai sosokan yang pemberani dan bertanggung jawab sehingga Kisah Nabi Daud AS dapat dapat diteladani oleh seluruh umat muslim.

Nabi Daud AS merupakan keturunan nabi Ibrahim AS yang ke-12. Nabi Daud AS dilahirkan oleh Siti Sarah.

Nabi Daud AS wafat di usia 100 tahun karena nabi Adam AS menghibahkan umurnya pada nabi Daud AS. Mulanya nabi Daud AS umurnya tertulis di lauhull Mahfudz mencapai 60 tahun tetapi karena nabi Adam AS menghibahkan umurnya ke nabi Daud AS maka nabi Daud AS wafat pada usia 100 tahun.

(BACA JUGA:Kisah Nabi Sulaiman dalam Menaklukkan Negeri Saba)

Pemberani dalam Perang

Nabi Daud AS di usianya yang masih muda atau memasuki usia remaja memiliki keberanian melakukan perang. Kisahnya pada saat itu Bani Israil merencanakan penyerangan. 

Raja Thalut mengumumkan mencari tentara sukarelawan untuk menyerang musuh. Melalui orang kepercayaan raja Thalut, yaitu Syami’un mengumumkan pada rakyat.

Nabi Daud AS mendengar kabar tersebut. Namun, karena usianya masih muda, nabi Daud AS belum diperbolehkan mengikuti perang sehingga hanya tiga kakaknya yang mengikuti perang.

Saat perang berlangsung, nabi Daud AS mengantarkan susu untuk kakaknya yang ikut berperang. Saat itulah, Syami’un melihat nabi Daud AS. Syami’un yang memiliki tugas mencari tentara untuk melawan raja Jalut merasa bahwa nabi Daud AS adalah tentara yang Ia cari selama ini.

Syami’un langsung mengatakan pada raja Thalut dan tak lama kemudian setelah raja Thalut menyutujui usulan Syami’un, nabi Daud AS diangkat menjadi salah satu tentara pilihan untuk melawan raja Jalut. Mendengar hal tersebut, nabi Daud AS merasa antusias dan mempersiapkan segalanya dengan baik.

(BACA JUGA:5 Keutamaan Membaca Solawat Nariyah yang Menakjubkan, Begini Cara Mengamalkannya)

Memenangkan Peperang Melawan Raja Jalut

Selama perang melawan raja Jalut, nabi Daud AS menggunakan kecerdasan akal dan ketapel sebagai senjatanya. Berbeda dengan pasukan raja Thalut, raja Jalut membawa senjata lengkap dalam peperangan.

Tetapi siapa sangka senjata miliki nabi Daud AS dapat mengalahkan raja Jalut yang menggunakan senjata lengkap.

Atas izin Allah SWT, nabi Daud AS dapat melawan bahkan mengalahkan raja Jalut. Bermula saat raja Jalut melawan raja Thalut. Kemampuan raja Thalut yang di bawah raja Jalut membuat raja Thalut semakin terdesak.

Melihat rajanya yang semakin terdesak, nabi Daud AS tidak tinggal diam dan membantu raja Thalut melawan raja Jalut meskipun hanya bersenjatakan ketapel.

Sebagian besar orang meremehkan nabi Daud AS dan ketapel yang dibawanya. Namun, atas izin Allah SWT saat nabi Daud AS melontarkan batu pada raja Jalut langsung mengenai kepala raja Jalut. Seketika tubuh raja Jalut rubuh dan tewas karena batu yang dilontarkan ketapel nabi Daud AS.

Melihat raja Jalut tewas, pasukan raja Jalut pun langsung lali terbirit. Melihat peristiwa tersebut raja Thalut sangat takjub dengan kecerdasan akal nabi Daud AS.

(BACA JUGA:Anda Sering Dihantui Rasa Malas ? Berikut Doa Menghidari Rasa Malas dan Kemiskinan)

Menerima Kitab Suci Zabur

Pada usia 40 tahun, nabi Daud AS menerima kitab suci Zabur untuk Bani Israil. Kitab Zabur adalah salah satu kitab yang diturunkan Allah SWT kepada para Rasul sebagai bentuk iman umat Islam.

Pada zaman tersebut, akhlak Bani Israil membutuhkan pedoman hidup agar tidak menyekutukan Allah SWT. Kitab Zabur diturunkan pada nabi Daud AS menggunakan bahasa Qibti.

Allah SWT menurunkan kitab Zabur untuk Bani Israil dan hal tersebut ditulis dalam firman Allah SWT pada surah Al-Isra ayat 55 dan surat Annisa ayat 163.

“Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian Nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.“ (QS. Al-Isra: 55)

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS Annisa: 163)

Selain kedua surah tersebut, kitab Zabur disinggung pada surah Ali Imran ayat 184, Al Anbiyaa’ ayat 105, dan Saba’ ayat 10.

(BACA JUGA:Ingin Panjang Umur dan Banyak Rezeki? Inilah Keutamaan Dari Silaturahim)

Sebagian ulama menyebut kitab Zabur dengan istilah kitab Zamir. Kata ‘Zamir’ berasalah dari bahasa Ibrani yang memiliki arti sama dengan Zabur, yaitu lagu atau musik.

Kitab Zabur berisi 150 Mazmur (nyanyian) yang berkaitan dengan kehidupan nabi Daud AS. 150 Mazmur tersebut didendangkan oleh nabi Daud AS.

Kitab Zabur berbicara mengenai pengakuan dosa, kisah kejatuhannya, pengampunan dosa, hukuman Allah, suka cita terhadap kemenangan menghadapi musuh Allah, kemuliaan Allah, hingga kemuliaan Messiah yang akan datang, yaitu kehadiran nabi Muhammad.

Dengan kecerdasan yang dimiliki nabi Daud AS, Ia dapat memahami kitab Zabur dengan baik bahkan dapat menyelesaikan bacaan kitab Zabr di atas kuda pelananya.

IM

`
Kategori : Oase