Sejarah Besar Idhul Adha : Kisah Nabi Ibrahim Diperintahkan Menyembelih Putranya Sendiri Ismail


ilustrasi zaman nabi-OpenClipart-Vectors-pixabay.com

INFO MOJOKERTO – Nabi Ibrahim merupakan, utusan Allah SWT yang ke-6 di bumi, setelah nabi Saleh.

Nabi Ibrahim mempunyai dua istri, pertama bernama Sarah dan istri kedua bernama Hajar.

Sarah melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamakan Ishak, sedangkan hajar juga melahirkan anak laki-laki  yang bernama Ismail.

Keduanya istri nabi Ibrahim hidup dalam satu atap, namun Sarah merasa kurang senang hidup bersama hajar, berkali-kali ia meminta kepada suaminya agar hajar dan anaknya dipindahkan ke tempat lain.

Akan tetapi nabi Ibrahim tidak segera menurutiny, barulah setelah menerima perintah dari Allah SWT, Nabi Ibrahim memindagkan hajar dan Ismail ke Mekah.

(BACA JUGA:Kisah Nabi Sulaiman dalam Menaklukkan Negeri Saba)

Ismail yang masih menyusu pada waktu itu terpaksa harus mengikuti kedua orangtuanya menempuh perjalanan yang begitu jauh, dan melelahkan.

Hajar dan Ismail ditempatkan di daerah padang pasir yang tandus, sunyi dan terik matahari yang menyengat kulit, bahkan tak ada seorangpun disana, kecuali mereka berdua.

Awalnya Hajar dan Ismail sangat kesusahan saat beradaptasi di Mekah, namun atas kuasa Allah diberikanlah air suci yang terus mengalir sampai saat ini.

Setelah beberapa tahun Nabi Ibrahim Alaihissalam meninggalkan anak dan istriny, Ia pun merasa rindu beberapa kali ia mengirim utusan untuk melihat keadaan anak dan istrinya.

Ketika utusannya mengatakan bahwa anak dan istrinya dalam keadaan yang baik-baik saj, nabi Ibrahim pun merasa lega.

Ternyata kehidupan istri dan anaknya itu diberi serba kecukupan oleh Allah Subhanahuwata'ala.

(BACA JUGA:Kisah Nabi Daud AS : Sang Pemberani dan Penerima Kitab Zabur)

Hajar dan Ismail dianggap sebagai pemilik dan pemimpin di Mekah karena mereka berdualah yang pertama kali menetap dan bertempat tinggal di sana.

Demikianlah nabi Ibrahim tidak dapat menahan kerinduannya iapun berangkat ke Mekah dan bertemu dengan hajar dan Ismail di padang Arafah, anak dan istrinya itu sedang menggembalakan hewan ternak yang cukup banyak.

Saat perjalanan pulang ke Mekah setelah selesai menggembalakan ternak mereka beristirahat di Muzdalifah Karena kelelahan dan akhirnya tertidur.

Dalam tidurnya yang sebentar itu Nabi Ibrahim Alaihissalam mendapat Wahyu melalui mimpinya, Ia diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail.

Anak kesayangannya lagi-lagi harus dikorbankan sebagai bukti patuhnya Nabi Ibrahim terhadap Tuhanny,  seketika itu juga Nabi Ibrahim terkejut dan berdebar-debar tampak begitu beratnya ujian kali ini, ia pun akhirnya menguatkan hati demi rasa cintanya yang lebih besar kepada Allah Subhanahuwata'ala.

Mau tak mau, akhirnya Nabi Ibrahim  pun  pada akhirnya memberitahukan mimpi itu kepada Ismail.

“Wahai anakku Ismail dalam mimpi Aku diperintahkan oleh Allah untuk menyerahkan mu sebagai kurban dan aku harus menyembelih mu bagaimana pendapatmu wahai anakku,” kata Nabi Ibrahim.

Ismail pun menjawab dengan tegas sambil menatap ayahnya.

“Wahai Ayah sekiranya itu perintah Allah maka laksanakanlah apa yang telah diperintahkan-Nya kepada Nur aku akan tetap sabar dan ikhlas menerima cobaan ini,” ucap Nabi Ismail.

Dikisahkan juga iblis berusaha merintangi perintah Allah kepada Nabi Ibrahim berkali-kali, iblis membujuk Nabi Ibrahim agar tidak melaksanakan perintah itu, namun Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah dan godaan iblis yang begitu dahsyatnya, tak akan mampu meruntuhkan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah.

Nabi Ibrahim membawa Ismail ke atas bukit, di sana Ismail mengenakan kain penutup mata dan pedang tajam pun sudah dipersiapkan.

Ketika pedang itu sudah berada di leher Ismail, tiba-tiba tubuh Ismail pun diganti dengan seekor kambing yang gemuk oleh malaikat jibril, dengan demikian selamatlah Ismail dari penyembelihan.

Allah SWT berfirman kepada Nabi Ibrahim, “Hai Ibrahim kau sudah melaksanakan perintahku dengan ikhlas sebagai gantinya aku berikan binatang ternak untuk disembelih ini, adalah cobaan besar bagimu,”.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah dan sampai sekarang dirayakan seluruh umat muslim sebagai hari raya Idul Adha,.

Sedangkan umat Islam yang melaksanakan ibadah haji, juga dapat melakukan kurban di mina sebagai penghormatan atas nabi Ibrahim Alaihissalam.

Demikian Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam semoga kisah ini dapat mempertebal iman kepada Allah Subhanahuwata'ala amin ya rabbal alamin. (IM)

`
Kategori : Oase