Kisah Nabi Ayyub, Hamba Allah yang Paling Sabar


Ilustrasi padang pasir-Pixabay/hoganj-Pixabay/hoganj

INFO MOJOKERTO - Dalam Islam jumlah nabi yang wajib diketahui  sebanyak 25 nabi salah satunya adalah Nabi Ayub.

Silsilah Nabi Ayub merupakanketurunan dari Nabi Ishaq, sebagai manusia pilihan, Nabi Ayub dikenal sebagai orang memiliki kesabaran yang luar biasa.

Dikisahkan Nabi Ayub pada awalnya memiliki kehidupan yang bisa dikatakan sempurna ,karena dikaruniai harta yang berlimpah, ketentuan yang baik dan akhlak yang mulia.

Namun Allah SWT menguji keimanan Nabi Ayub dengan berbagai cobaan yang berat, semua yang dimiliki nabi Ayub sirna, bahkan Ia juga mengidap penyakit kulit yang parah. 

Walaupun begitu, Nabi Ayub tetap menunjukkan kesabarannya. Ia terus berdoa dan meminta pada Allah untuk diberikan kesembuhan.

(BACA JUGA:11 Arti Mimpi Digigit Ular Menurut Islam, Pertanda Baik atau Buruk?)

Kisah Nabi Ayyub telah dijelaskan dalam alquran, jika kita mau mencermatinya betapa banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari sosok Nabi Ayyub Alaihissalam.

Dengan mengetahui kisah para nabi terdahulu,  dapat mencontohnya dan menjadikannya sebagai teladan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menyebutkan bahwa Nabi Ayyub Alaihissalam adalah hambanya yang sabar dan penyayan,  tak hanya dari kalangan manusia, dijelaskan juga bahwa malaikat pun turut memuji kesalehan Nabi Ayyub Alaihissalam.

Mendengar segala pujian tersebut iblis pun menaruh cemburu pada Nabi Ayyub Alaihissalam.

Iblis terus menyangkal bahwa Nabi Ayyub Alaihissalam taat kepada Allah hanya karena Allah memberinya nikmat yang banyak, seakan membuktikan mukjizat dan keutamaan Nabi Ayub Allah pun memberikan ujian dengan menghilangkan semua nikmatnya.

Allah juga mengizinkan iblis untuk menghasut Nabi Ayyub Alaihissalam. 

Nabi Ayyub yang semula memiliki kekayaan yang banyak dan hidup berkecukupan tiba-tiba saja bangkrut, dan satu persatu anak Nabi Ayub juga meninggal dunia.

(BACA JUGA:12 Arti Mimpi Hamil, Tak Selalu Pertanda Baik, Ternyata Bisa Menandakan Hal Buruk akan Terjadi)

Tak sampai disitu tubuh Nabi Ayub yang semula gagah dan sehat akhirnya terserang penyakit, bahkan yang lebih menyedihkan penyakit tersebut adalah penyakit kulit yang tampak menjijikkan dan belum ada obatnya.

Orang-orang yang semula begitu mengagumi Nabi Ayub berubah pergi meninggalkannya, hanya ada sang istri dan dua orang sahabat yang menjaga dan merawat Nabi Ayub.

Nabi Ayub mendapat ujian tersebut selama 18 tahun,  sebagaimana dijelaskan dalam hadis.

Sesungguhnya nabi Allah, Ayyub Alaihissalam berada dalam ujian selama 18 tahun, baik keluarga dekat maupun keluarganya menolaknya kecuali dua saudara laki-laki dari saudara-saudaranya.

Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya meski mendapat ujian yang berat, semua itu tak mengubah keimanan Nabi Ayyub Alaihissalam kepada Allah. Ia terus berdoa meminta kesembuhan. sebagaimana dalam surah al-anbiya ayat 83-86.

“ Dan ingatlah kisah Nabi Ayub ketika Ia menyeru tuhannya, ‘Ya Tuhanku Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah Tuhan yang maha penyayang diantara semua penyayang ‘ maka kamipun memperkenankan seruannya itu lalu kami lenyapkan penyakit yang kepalanya dan kami ingat lipat gandakan bilangan mereka sebagai suatu Rahmat dari sisi kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Alla,” surah al-anbiya ayat 83-86. 

Allah pun mengabulkan doa hambanya, kemudian nabi Ayyub Alaihissalam diperintahkan oleh Allah untuk menghentakkan kakinya ke tanah, lalu muncullah air dibawah kakinya.

Nabi Ayyub Alaihissalam menggunakan air itu untuk minum dan mandi, sebagaimana dalam surah Shad ayat 42.

“Hentakkan lah ataupun injakkan lah dengan keras kakimu ke atas bumi niscaya terbit di sana mata air yang sejuk maka mandi dan minumlah lalu sembuhlah penyakitnya,”  surah Shad ayat 42.

Atas kuasa Allah Subhanahuwata'ala Nabi Ayyub pun kembali sembuh seperti sediakala, badannya yang semula digerogoti penyakit dan menua berubah menjadi segar dan bugar seperti sebelum sakit.

Allah juga menganugerahkan kembali nikmat yang besar kepada Nabi Ayub, sebagaimana dalam surah Shad.

 “Dann kami anugrahi dia dengan mengumpul dan kembali keluarganya, dan kami tambahkan kepada mereka, sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir,” isi daru surah Shad.

(BACA JUGA:15 Rekomendasi Nama Kucing Lucu Pastinya Unik, Keren, dan Mudah Diingat)

Ketika masih sakit Nabi Ayub sempat marah dengan sang istri, Ia pun bernazar akan saat sembuh nanti Nabi Ayub akan memukul istrinya 100 kali.

Namun ketika sudah kembali sembuh Nabi Ayub merasa Tak Tega, dan berat melaksanakan nadzar tersebut.

Nabi Ayub tak ingin menyakiti istri yang telah merawatnya, namun disisi lain Nabi Ayub juga takut karena tak bisa melaksanakan nazarnya.

Akhirnya Allah pun memberikan kemudahan, Allah memerintahkan nabi Ayub untuk mengambil seikat jerami gandum dan mengumpulkannya dan memukulkannya pada sang istri, sebagaimana dalam surah Shad ayat 44.

“Dan ambillah dengan tanganmu seakan jerami, maka pukullah ini itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya kami dapati dia (Ayub), seorang yang sabar dialah sebaik-baik hamba, sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhannya,” dalam surah Shad ayat 44.\

Beberapa Hikmah Kisah Nabi Ayyub Alaihissalam dan diantaranya adalah, yang pertama dalam menghadapi ujian cobaan dan kesulitan  hendaknya selalu bersabar meneladani sikap Nabi Ayyub Alaihissalam.

Kedua Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu Allah bisa saja memberikan banyak nikmat dan mengambilnya kapan saja.

Ketiga berdoalah kepada Allah untuk memohon kesembuhan.

keempat selalu ada jalan bagi orang yang mau bersabar, Allah selalu memberikan kemudahan bagi hamba yang mau bersabar .

Kelima diboleh bernazar asal ditepati dan tidak ada kedustaan. (IM)

`
Kategori : Oase