Kisah Nabi Ishaq AS: Putra Saleh Nabi Ibrahim AS yang Didapat di Usia Senja


Ilustrasi sabar-Pixabay/Pexels-

INFO MOJOKERTO - Kisah Nabi Ishaq AS dimulai dari penantian dari kedua orang tuanya, Nabi Ibrahim dan Siti Sarah.

Di mana nabi Ibrahim dan Siti Sarah merupakan sepasang suami dan istri, namun dalam pernikahannya belum dikarunia seorang buah hati.

Dikarenakan hal tersebutlah Siti Sarah memberi izin kepada nabi Ibrahim AS untuk menikah kembali Bersama dengan Siti Hajar.

Istri kedua nabi Ibrahim pun berhasil melahirkan seorang putra, yakni nabi Ismail AS. Sementara itu, istri pertama nabi Ibrahim AS, Siti Sarah masih belum dikaruniai seorang anak.

Akan tetapi, dengan kehendak Tuhan, nabi Ibrahim AS Bersama dengan Siti Sarah mendapat anugerah seorang putra meskipun usia mereka sudah tidak mudah lagi.

(BACA JUGA:Hajat Dapat Terkabul! Inilah Doa Nabi Yunus Lengkap dengan Manfaat dan Anjuran Waktu Mengamalkannya)

Di mana pada saat itu, Siti Sarah sudah memasuki usia sekitar 90 tahun, sedangkan nabi Ibrahim hampir berusia 120 tahun.

Mendengar mengenai kabar bahagia kehamilan Siti Sarah yang disampaikan oleh kaum Luth itu membuat nabi Ibrahim AS dan istri pertamanya cukup kaget dan tercengang.

Pasalnya, Siti Sarah sudah tua dan memiliki kondisi mandul, namun adanya kabar kelahiran sang putra membuatnya tersenyum sekaligus merasa bahagia.

“Dan istrinya berdiri lalu dia tersenyum. Maka kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya’qub,” (Q.S. Hud: 71)

Putra tersebutlah yang kemudian diberi nama Ishaq. Menjadi putra kedua nabi Ibrahim AS sekaligus adik dari nabi Ismail AS.

(BACA JUGA:Kisah Keteladanan Nabi Ya'qub AS yang Perlu Ditiru)

Kelahiran Nabi Ishaq AS adalah sebuah berkah sekaligus karunia untuk nabi Ibrahim AS. Hal tersebut dikarenakan kelak Nabi Ishaq akan menjadi utusan Allah SWT.

Nabi Ishaq Bersama dengan sang ibunda tinggal di daerah Hebron dan berdiam Bersama suku Kana’an. Suku Kana’an sendiri merupakan sebuah suku yang tidak mengenal tentang tauhid.

Di mana nabi Ishaq AS akan menjadi utusan Allah SWT yang diperintahkan untuk menjalani dakwah kepada suku Kana’an.

Tugas nabi Ishaq AS adalah menyeru kaum yang ada di tanah Palestina untuk menyembah dan meng-Esa-kan Allah SWT, mendirikan Salat, menunaikan zakat, dan kebajikan-kebajikan lainnya sesuai dengan perintah Allah.

Kemudian, ketika Siti Sarah telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, sementara nabi Ibrahim sudah sangat tua, nabi Ishaq AS masih belum mendapat seorang istri atau belum menikah.

(BACA JUGA:Kisah Nabi Ilyasa AS : Pemimpin Bani Israil yang Meneruskan Dakwah Nabi Ilyas AS)

Akhirnya, nabi Ibrahim AS mengutus seorang pelayannya pergi menuju Irak untuk mencarikan calon pendamping bagi anaknya, nabi Ishaq AS.

Kemudian, pelayan tersebut meminang seorang putri dari Betuel bin Nahor. Putri tersebut bernama Ribka (Rifqah, Rafiqah) untuk menjadi calon Istri Nabi Ishaq AS.

Pada usia keempat puluh akhirnya nabi Ishaq AS menikah dengan Ribka dan mereka pun tinggal di Palestina.

Setelah menikah Bersama dengan Ribka, ternyat istrinya tersebut memiliki kondisi yang sama dengan ibunya dahulu, yakni mandul.

Akan tetapi, nabi Ishaq AS selalu berdoa kepada Allah SWT dan pantang menyerah agar dikaruniai anak guna melanjutkan riwayat dakwahnya.

(BACA JUGA:Doa Nabi Sulaiman AS untuk Memperoleh Nikmat dan Rezeki Berlimpah Beserta Kisahnya)

Dengan penuh kesabaran dan kehendak Yang Maha Kuasa, Ribka hamil dan nabi Ishaq As mendapatkan keturunan.

Ketika berusia 60 tahun nabi Ishaq AS akhirnya dianugrahi bayi kembar laki-laki. Yang mana bayi pertama diberi nama Esau (Aishu) dan yang kedua diberi nama Ya’qub.

Suatu ketika, saat nabi Ishaq AS berusi 75 tahun harus berduka atas meninggalnya sang ayahanda, nabi Ibrahim AS.

Jasad nabi Ibrahim AS dikebumikan di Gua Makhpela di wilayah Hebron, yakni tempat yang sama dengan pusara sang ibunda, Siti Sarah.

(IM)

`
Kategori : Oase