Kata-kata Bucin Sedih dan Kecewa, yang Lagi Patah Hati Wajib Baca!


Ilustrasi putus cinta-Pixabay - Free-Photos-Pixabay - Free-Photos

INFO MOJOKERTO – Bucin-sedih" >Kata-kata Bucin Sedih dan Kecewa dapat menggambarkan kegalauan yang saat ini Anda rasakan.

Kegalauan akibat cinta yang jauh dari kata sempurna dan Anda inginkan, cinta yang berlalu begitu cepat. 

Bukan hanya masalah yang besar sedikit masalah kecilpun juga dapat meretakkan hubungan.

Ketika hubungan Anda sedang tidak baik-baik saja maka datanglah perasaan Galau yang tak dapat dibendung.

Berikut kata-kata bucin sedih yang dapat menggambarkan keadaan Anda saat ini:

(BACA JUGA:20 Kata-kata Bucin Bahasa Inggris serta Artinya, Dijamin Pasangan Makin Baper dan Cinta)

1. Kata-kata Bucin Sedih dan Kecewa

"Akan aku tunjukkan jika aku masih dapat berdiri, meski kau sudah tidak bersamaku lagi".

"Keadaan yang paling menakutkan selain terlupakan adalah memaksa diri untuk melupakan".

"Aku akan berlaku seperti cermin bagimu, apapun yang kau lakukan padaku, itu yang akan aku lakukan kepadamu".

"Aku mencintaimu dengan segenap hatiku, tapi kau membagi perasaanku dengan orang lain".

"Sulit bagiku untuk cemburu dengan caramu bahagia tanpa aku, jika kamu berani mengucapkan selamat tinggal, kehidupan akan memberikan hadiah berupa lembaran baru". 

"Aku sedang berjuang untuk seseorang yang tidak memperjuangkanku, yang sangat sulit merasakan kebahagiaan hidup tanpa kehadiranmu disisiku".

"Wahai masa lalu berhentilah menepuk punggungku. Aku tak ingin menengok ke belakang untuk selamanya".

"Apalagi yang harus aku lakukan untukmu, supaya kamu sadar Ia tidak akan pernah mencintaimu seperti aku mencintaimu".

"Sederhana saja jika air matamu menetes setelah mengingatnya, berarti dia masih segalanya".

"Kita adalah pasangan yang sempurn,  hanya saja Kita tidak berada dalam situasi yang sempurna".

"Aku masih memikirkanmu setiap hari, tapi Aku berusaha agar rasanya tak semenyakitkan dulu.

"Melihatmu bahagia adalah kebahagiaanku, walaupun bahagiamu tidak bersamaku".

"Matahari selalu mengajarkan kita, bahwa di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan".

(BACA JUGA:Kumpulan Doa Nabi Zakariya saat Meminta Keturunan : Arab, Latin, dan Artinya)

2. Puisi Bucin Sedih Penuh Harapan

Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku. 

Pada kamu. 

Pada kita. 

Mengapa rasanya semua berjalan begitu cepat. 

Tiba-tiba saja kamu sudah menyita seluruh isi pikiranku. 

Tiba-tiba saja hadirnya Kamu di sampingku selalu kuharapakan.  

Kita mulai dekat, bercanda, juga tetawa.   

Kamu membawa perasaan lain di hatiku ketika aku menatap matamu, berbicara denganmu.

Perasaan yang benar-benar membuatku nyaman, membuatku tidak ingin beranjak dari sisimu sedikitpun.

Semua jadi terasa berbeda karena hadirmu. 

Hitam dan putih yang  biasanya mengisi hari-hariku terasa lebih  berwarna, lebih hidup ketika kamu hadir untuk menggenapkan ruang-ruang kosong yang di  selubungi kesepian di hatiku. 

Obrolan-obrolan ringan yang kita jalin terasa tidak lagi biasa, terasa begitu berharga bagiku. 

Perasaan ini tumbuh lebih cepat dari pada yang kuduga. 

Aku merasa susah karena perasaan ini.  

Sekuat aku bisa, aku berusaha untuk menyanggah perasaanku padamu, berusaha menghindari kamu dan juga perasaanku sendiri.

Namun nyatanya semua sia-sia karena kamu tetap hadir tanpa lelah menghuni seluk beluk benakku.

Tiba-tiba saja aku merasa takut  dan khawatir akan kehilangan sosokmu, tak bisa kubayangkan apa yang terjadi jika aku harus pergi dari tawamu.

Aku sulit jauh darimu, terkadang aku merasa kamu seperti oksigen, hal yang penting dan selalu aku butuhkan, padahal kamu bukan siapa-siapa aku. 

Terkadang aku heran apa yang menyebabkan aku takut kehilangan yang  bukan milikku?

Salahkan aku dan perasaanku.

Tapi, entah mengapa aku merasa bahwa kamu tak merasakan yang kurasa.

Perasaan kita berbeda. 

Sikapmu padaku juga  berbeda, seakan-akan hadirnya diriku tidak berpengaruh apapun bagimu. 

Rasa pedulimu pun tidak sedalam rasa peduliku.

Apa yang salah dari kita? 

Apa yang salah dari caraku mengagumimu?         

Mungkin, kamu hanya belum mengerti sedalam apa perasaanku. 

Jadi, kamu hanya mengabaikan ketulusanku dengan menjauhiku, kamu berusaha terlihat tidak peduli.  

Salahkah aku tetap menyampaikan harap pada setiap air mata yang menetes untukmu? 

Salahkah aku memiliki perasaan ini?   

Pernahkah sekali saja aku ada dalam pikiranmu?  

Pernahkah sebentar saja kamu memikirkanku?   

Mungkinkah aku bisa merasakan ketulusanmu?  

Tolong, sekali saja, kadang aku merasa begitu tolol mengemis cinta padamu. 

Tetap menyukaimu walaupun entah untuk yang keberapa kalinya aku menangis,tetap mengharapkanmu, walaupun itu  sia-sia.

Jadi lihatlah! Aku begitu tulus, perasaanku tanpa syarat.  

Tetapi lihat dirimu! 

Pernahkah aku menjadi sesuatu yang berharga di hatimu?

Aku tidak berhak berbicara tentang rindu akan hari-hari kebersamaan kita yang menyenangkan karena kamu tak merasakan rindu yang kurasa.  

Jarak yang sengaja kamu goreskan diantara kita seolah menjadi pertanda bahwa kamu benar-benar ingin menjauhkan aku dari hidupmu.         

Tidaklah menyakitkan jika kamu menolak perasaanku karena yang  kupermasalahkan sebenarnya bukan   itu.  

Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?  

Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa.   

Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang itu pergi menjauh dari hidupmu, membiasakan diri tanpamu atau bahkan orang itu tidak menganggapmu ada sekalipun kamu ada di sampingnya. 

Aku terlalu cepat menyimpulkan bahwa  perhatian kecil yang kau beri padaku adalah bentuk perasaan lebihmu, tanpa tahu bahwa itu hanyalah sebuah perhatian kecil dari seorang teman.

Aku yang salah untuk terlalu berharap bahwa kita bisa menyatu tanpa menyadari bahwa kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku.

Aku memang salah.         

Namun, aku juga tidak bisa melupakan janji-janjimu. 

Ucapanmu ketika mengatakan, "Aku juga suka sama kamu." Terasa begitu semu, terasa seperti ambigu ketika kenyataannya adalah kamu tidak pernah menyukaiku sama sekali.   

Aku tidak mengerti, janjimu terlalu banyak dan tidak ada satu pun yang kamu tepati.   

Apakah kita akan berpisah di persimpangan jalan yang telah sama-sama kita bangun?          

Ingatkah perkataanmu dulu yang selalu membuatku nyaman dan tenang? 

Kamu akhirnya menjatuhkan aku sekeras yang kamu bisa dari kebahagiaan semu yang telah kamu beri.   

Tak ada artinyakah aku di matamu, sayang, padahal aku telah menganggapmu seseorang yang lebih dari teman, yang begitu bernilai dalam hidupku, dalam setiap napasku dalam setiap detak jantungku.   

Tetapi aku harus terhempas pada kenyataan bahwa aku bukan siapa-siapa bagimu dan tidak akan pernah menjadi siapa-siapa, selamanya begitu.        

Sekarang menjauhlah, jangan dekati aku lagi. 

Aku tidak ingin perasaan itu terus-menerus mengiringiku tanpa bisa menjadi nyata. 

Aku  lebih memilih untuk dekat dengan sepi dan luka, biarkan aku sendiri yang mengobati sakit  hatiku. 

Aku lebih mengerti diriku daripada kamu yang tidak pernah mau mencoba untuk mengerti. Maafkan aku karena sudah terlalu berharap.

(IM)

`
Kategori : Lifestyle