Tahukah Anda Pancasila Berasal dari Bahasa Sansekerta? Begini Penjelasan dan Sejarahnya


Ilustrasi Kitab Negarakertagama/Sutasoma, Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta-Arcaion-Pixabay

INFO MOJOKERTO - Bagi masyarakat Indonesia istilah Pancasila pasti sudah tidak asing lagi. Namun, tahukah Anda Pancasila berasal dari Bahasa Sansekerta?

Pancasila sendiri menjadi dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, sebagai warga negara  Indonesia perlu untuk mengetahui Pancasila berasal dari bahasa apa hingga sejarahnya.

Istilah Pancasila sudah ada sejak zaman Majapahit pada abad ke-14. Di mana istilah Pancasila ditemukan dalam kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Empu Tantular.

(BACA JUGA:Cara Membuat Kop Surat di Microsoft Word, Mudah dan Cepat yang Cocok untuk Pemula)

Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta ini terdiri dari kata ‘panca’ yang berarti ‘lima’ dan kata ‘sila’ yang mempunyai arti ‘berbatu sendi.

Sehingga, Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Sejarah Pancasila

Sejarah lahirnya Pancasila dimulai pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) I yang membahas mengenai Dasar Negara Indonesia merdeka.

(BACA JUGA:Wajib Dikuasai! Inilah Kumpulan Kata Benda Bahasa Inggris Lengkap dengan Artinya)

Sidang Bpupki ini dilaksanakan mulai 29 Mei- 1 Juni 1945. BPUPKI ini diketuai oleh dr. Radjiman Widyodiningrat.

Yang mana terdapat 3 tokoh kenegaraan yang mengemukakan pendapatnya mengenai dasar negara untuk Indonesia. Ketiga tokoh tersebut adalah Muh. Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

Kemudian, pada 1 Juni 1945 Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya mengenai gagasan untuk calon dasar negara Indonesia merdeka.

Di mana pidato dari Ir. Soekarno ini bermula dari pertanyaan yang diajukan oleh ketua BPUPKI pada saat itu.

(BACA JUGA:Nama-nama Hari dalam Bahasa Inggris beserta Contoh Kalimatnya)

Adapun pidato Soekarno sebagai jawaban atas pentanyaan yang dilontarkan oleh ketua BPUPKI, sebagai berikut.

“Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritzu Zyunbbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar negara Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya yang diminta ialah, dalam bahasa Belanda Philosofiche gronslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk diatasnya didirikan Gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan,” (Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995).

Soekarno pun melanjutkan pidatonya setelah hal mengenai merdeka disampaikan.

(BACA JUGA:4 Contoh Surat Lamaran CPNS Terbaru, Simak Format Lengkapnya di Sini!)

“Saya mengerti apakah yang paduka tuan ketua minta, minta Philosofiche gronslag, atau jikalau kitab oleh memakai perkataan yang muluk-muluk paduka tuan ketua yang mulia meminta sesuatu Weltanschauung, di atas mana kita mendirikan Negara Indonesia,” (Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995).

Seusai menyampaikan dasar-dasar negeri tersebut, Soekarno menutup pidatonya dengan mengatakan:

“Saudara-saudara! ‘Dasar-dasar negara telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedangkan kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari jita lima setangan. Kita mempunyai lima panca indera. Apalagi yang lima bilangannya? Pandawa pun lima orangnya. Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan dan ketuhanan, lima pula bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa-namanya ialah Panca Sila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasa itulah kita mendirikan Negara Indonesia kekal dan abadi,” (Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995).

(BACA JUGA:30 Kata-kata Bijak sebagai Motivasi dalam Menjalani Kehidupan agar Penuh Makna)

Dari Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta itulah yang memberikan inspirasi kepada Soekarno untuk memberikan nama dasar negara Indonesia dengan Pancasila.

Yang mana terdapat tulisan dari Empu Pranpanca dalam kitab Negarakertamagama (1365) yang berbunyi, “Yatnanggegwani Pacasyila Kertasangkarabhisekakakakrama”.

Artinya, “Raja menjalankan dengan khidmat kelima pantangan (Pancasila) itu, demikian juga dalam berbagai upacara ibadah dan dalam berbagai penobatan.

Kemudian, agenda dari sidang BPUPKI I telah usai dan dilanjutkan dengan pembentukan panitia kecil yang beranggotakan 9 orang, yang diberi nama Panitia Sembilan.

(BACA JUGA:5 Contoh Deskripsi Diri yang Singkat dan Profesional, Buat CV Semakin Menarik)

Di mana Panitia Sembilan ini berhasil merumuskan kesepakatan bersama terkait Rancangan Pembukaan Hukum Dasar Negara.

Yang selanjutnya, hasil dari kesepakatan dari Panitia Sembilan ini dikenal dengan “Piagam Jakarta” yang resmi ditetapkan pada 22 Juni 1945.

Selanjutnya, rumusan dari “Piagam Jakarta” ini diteruskan ke sidang BPUPKI II yang dilaksanakan pada 10-17 Juli 1945.

Rumusan dari Panitia Sembilan mengenai rancangan pembukaan hukum dasar negara ini akhirnya mendapat persetujuai dari para peserta sidang dan dijadikan sebagai Rancangan Pembukaan Hukum Dasar Negara/UUD RI.

(BACA JUGA:Contoh Kata Sapaan dalam Bahasa Indonesia, Lengkap dengan Pengertian dan Jenisnya)

Yang mana rumusan tersebut itulah yang menjadi bunyi dari Pancasila dasar negara yang dikenal hingga saat ini.

Dikarenakan dasar negara resmi ditetapkan, sehingga tugas dari BPUPKI telah usai dan akhirnya dibuburkan.

Setelah pembubaran BPUPKI dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh Soekarno dan dibantu oleh Moh. Hatta sebagai wakil ketua.

Sidang Ppki yang diselenggarakan pada 18 Agustus 1945 ini menghasilkan 3 keputusan yang penting, yakni sebagai berikut.

(BACA JUGA:Pelajar Wajib Tahu! 7 Nama-nama Sudut dalam Pelajaran Matematika )

1. Pengesahan Pembukaan Hukum Dasar Negara dan Hukum Dasaar Negara sebagai konstitusi Republik Indenesia. Selanjutnya, dikenal dengan nama UUD NRI 1945 yang dalam pembukaannya memuat dasar negara.

2. Penetapan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

3. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Berdasarkan uraian di atas yang menyebutkan bila istilah Pancasila dikemukakan oleh Ir. Soekarno pertama kali pada tanggal 1 Juni 1945. Oleh sebab itu, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila.

Demikian pembahasaan mengenai Pancasila dari bahasa Sansekerta dan sejarahnya.

(IM)

`
Kategori : Nasional