DPC PKB Angkat Suara Terkait Camat Kabupaten Mojokerto yang Melarang Nyanyikan Lagu Yalal Wathon


Harlah PKB ke-24-dok. Istimewa Info Mojokerto -

INFO Mojokerto – Pihak DPC PKB menanggapi tentang pernyataan seorang Camat di Kabupaten Mojokerto yang melarang untuk menyanyikan lagu Yalal Wathon.

Camat Dlanggu, Samsul Bahri menganggap lagu Yalal Wathon yang dikumandangkan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Mandiri (PKM) memiliki motif politik tertentu dan membuat para pendamping desa tidak independen.

"Kami diskusi dengan pendamping kaitan dengan independensi pendamping. Sebaiknya lagu di Pembukaan adalah Indonesia Raya dan lagu Mars pendamping saja, tidak perlu ditambahi karena bisa saja menimbulkan ketidak independenan pendamping desa," ujarnya dilansir dari Times Indonesia pada Rabu (20/7).

(BACA JUGA:5 Makanan Oleh-oleh Khas Mojokerto yang Nikmat dan Bikin Ketagihan)

Hal tersebut sempat memicu ketegangan dalam forum dan semakin berbuntut panjang setelah Camat meminta maaf namun dibarengi dengan pernyataan tambahan yang mengatakan bahwa lagu tersebut identik dengan PKB.

Pihak DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya angkat suara karena merasa secara langsung telah dituduh melakukan intervensi terhadap lembaga bentukan negara.

“Menurut Mahbub ketua garda bangsa Kabupaten Mojokerto, apa yang dikatakan camat dlanggu pasca meminta maaf itu adalah bahasa narasi yang berbahaya terhadap eksistensi partai,” bunyi Pernyataan sikap DPC PKB Kabupaten Mojokerto.

(BACA JUGA:Diskopukmperindag Mojokerto Buka Pelatihan Alas Kaki Klompen, Begini Syarat dan Ketentuannya)

Selain itu, pernyataan Camat yang tidak menjaga bahasa etika politik bisa berpotensi menurunkan nilai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

“Dalam membuat statemen dan permohonan maaf, Camat Dlanggu diharapkan untuk tidak hanya sekedar menghindari amukan massa NU saja, tapi juga menjaga bahasa-bahasa etika politik di dalamnya. Sehingga secara lahir batin kesalahfahamannya dapat dimaklumi,” lanjutnya.

Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuroh pun memberikan tanggapan megenai isu tersebut dengan mengusulkan lagu Yalal Wathon agar digunakan dalam acara-acara pemerintah di Kabupaten Mojokerto. 

(BACA JUGA:Pejuang Rupiah Merapat! Info Loker Terbaru di EXODUS Mojokerto untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Selengkapnya di Sini)

“Ke depan, Lagu Yalal Wathon bisa menjadi salah satu lagu yang dinyanyikan di acara-acara pemerintah Kabupaten, sepakat? Karena itu bukan lagu partai politik, itu bukan hanya lagunya Nahdatul Ulama, tapi itu adalah lagu yang menunjukkan kecintaan kita terhadap NKRI Indonesia," ungkapnya saat memberikan sambutan dalam acara Harlah PKB ke-24.

(IM)

`
Kategori : Mojokerto Update